Lagu Terakhir Untuk Tia
Sudah Hampir dua jam Tia mondar-mandir mengelilingi kamarnya , gadis ini terlihat sangat gelisah . Berulang kali dia melirik hp kecil yang ada di tempat tidurnya , tapi tak ada satu pun sms atau telepon masuk di hp itu .
“ Kamu kemana , sih? Kok sms ku nggak dibalas-balas” kata Tia sambil memencet nomer telepon dengan cepat .
Sebelum Tia sempat menelpon , sebuah sms masuk dan layar ponsel itu tertulis Junior Sayang . Dengan secepat kilat dia membuka sms itu lalu membacanya dengan tidak sabar . ternyata orang yang selama ini dia tunggu itu baru saja selesai bertanding dalam turnamen sepak bola . setelah membalas sms itu , Tia memejamkan matanya untuk tidur , karena sudah larut malam .
Keesokan harinya…..
Seperti biasa , Tia selalu mengirimkan sms ucapan selamat pagi pada pacarnya , sebelum dia berangkat sekolah . Namun , hatinya Tia kembali gelisah ketika Junior belum juga membalas sms’nya hingga sore hari . Berkali-kali dia mengirimkan sms , hingga akhirnya balasan yang ditunggu datang juga . –aku udah kok yank-
Tia langsung membalas sms itu , tapi setelah beberapa kali sms’an , dia merasa ada yang aneh dengan sms dari pacarnya itu . Hingga akhirnya dia tahu kalau ternyata yang membalas sms itu bukanlah Junior pacarnya, tapi temannya. Hal itu membuat Tia sangat marah dan tidak membalas sms itu lagi . Dia berharap pacarnya akan menelponnya dan minta maaf langsung padanya .
Tapi pertengkaran itu malah berlanjut hingga malam hari . Meskipun Junnior telah meminta maaf , tapi Tia ,masih juga jengkel dengan sikap Junior yang tidak mau membalas sms’nya . Dan malam itu pun berakhir tanpa ada sms dari keduanya.
Pertengkaran kedua pasangan itu berakhir dengan kata PUTUS yang dikirimkan lewat sms oleh Junior . Hal itu membuat Tia yang sudah sejak sedih akhirnya menangis di depan sahabat – sahabatnya . Dia tidak menyangka pacar yang selama ini sangat dicintainya ternyata tega memutuskan hbungan mereka begitu saja . Namun, setelah mendengae alasan Junior yang sudah merasa tidak nyaman lagi dengan dia , Tia akhirnya menerima keputusan itu dengan hati yang hancur .
Malam harinya , Tia yang masih galau dan stress dengan kenyataan yang menyakitkan itu mendadak jatuh sakit. Tubuhnya demam dan kadang menggigil . Dia berharap Junior akan menghubunginya dan bilang kalau mereka tak jadi putus . Tapi harapan itu, hanya menjadi harapan semata, karena tak satupun sms dari Junior masuk ke hp’nya .
Hampir seminggu Tia sakit , hingga dia harus dirawat di rumah sakit . Tapi kondisinya belum juga membaik . Maag yang selama ini di deritanya ternyata sudah sangat parrah hingga menimbulkan pendarahan. Dokter pun mengatakan kalau salah satu factor yang menyebabkan penyakit Tia semakin parah adalah stres yang dialaminya higga membuat kondisi tubuhnya menurun .
Karen sahabat Tia yang paling mengerti keadaan Tia hanya bisa menatap tubuh Tia yang sekarang lemah diatas tempat tidur . Wajahnya pucat dan tubuhnya semakin kurus. Karen sangat mengerti perasaan Tia yang merasa sangat kehilangan Junior . Kadang samar-samar dia mendengar Tia menyebut nama Junior dalam tidurnya , dan hal itu membuat Karen menangis , tak sanggup melihat penderitaan yang di rasakan oleh sahabatnya itu.
“Tia , gimana keadaan kamu sekarang?” Tanya Karen ketika sahabatnya baru saja bangun.
“Alhamdulillah udah mendingan , udahlah nggak usah cemas gitu” jawab Tia , wajahnya terlihat pucat.
“kamu masih mikirin Junior, ya?”
“maksud kamu?”
“dari kemaren aku dengar kamu manggil nama Junior berkali-kali saat kamu tidur. Kamu kepikiran dia lagi?” Tanya Karen cemas
“iya, aku kangen sama dia. Apa dia menghubungiku?” jawab Tia
“setahu aku sih , belum ada sms ataupun telepon dari dia . Kenapa?”
“enggak apa-apa , Cuma mau tahu aja dia peduli atau nggak” jawabnya , wajahnya terlihat sedih.
“Apa perlu aku telepon dia untuk kasih tahu keadaan kamu?”
“enggak usah , aku nggak mau dikasihani sama dia.”
Karen hanya bisa diam dan mendengar jawaban sahabatnya itu . Rasa kagum dan sedih bercampur di hatinya. Kagum akan ketegaran sahabatnya itu , Tapi sedih melihat Penderitaan yang harus dialami Tia. Karen tahu di saat sakit seperti itu , pasti Tia ingin Junior ada bersamanya , dan nggak meninggalkannya seperti ini.
Hampir tiga minggu Tia dirawat di rumah sakit , dan selama itu juga Karen selalu memperhatikan perkekembangan kesehatan sahabatnya itu. Setiap kali Tia merasakan sakit di tubuhnya ataupun tubuhnya demam , Tia selalu mendengarkan sebuah lagu ciptaan Junior , Mantan pacarnya . Karen akhirnya mengerti kangennya Tia pada Junior sangatlah besar hingga menyiksa seluruh tubuhnya bukan hanya hatinya.
Hingga suatu hari , tanpa sepengatuhan Tia , Karen menelpon Junior yang ada di luar kota. Dia menceritakan keadaan Tia pada cowok itu, dan dia juga meminta Junior untuk datang menemui Tia . Tapi , junior masih belum juga mau menemui Tia.
“Aku mohon sama kamu , Tia butuh kamu. Tolong datanglah ke Pontianak dan temui Tia walaupun hanya sebentar” ucap Karen.
“Aku belum bisa menemui dia, lagipula kehadiranku malah bisa membuat dia semakin sakit” jawba Junior.
“Satu kali saja , tolong temui dia. Mugkin dengan bertemu kamu dia bisa sembuh. Atau kamu akan menyesal” paksa Karen
“Apa maksud kamu? Memang penyakitnya parah?”
‘Datang dan lihatlah sendiri makanya keadaan Tia sekarang. Sebelum kamu menyesal untuk selamanya” ucap Karen sebelum mengakhiri telponnya.
Beberapa hari setelah telpon itu, Junior mengabari Karen kalau dia akan ke Pontianak untuk menemui Tia. Karen yang mendapat kabar menggembirakan itu langsung menemui Tia. Tapi sayangnya Tia sedang tidur saat itu. Karen hanya bisa menunggu , sampai junior tiba di Pontianak dua hari lagi.
Hari itu akhirnya tiba juga. Junior , orang yang selama ini di tunggu kedatangannya oleh Tia dan Karen akhirnya datang. Dia meminta Karen mengantarkannya ke rumah sakit . Sesampainya di rumah sakit , Junior terdiam melihat keadaan gadis yang ada di kamar rawat itu. Orang yang selama ini tidak pernah dijumpainya , kini dilihatnya dengan kondisi yang memprihatinkan. Selang infus terpasang di tangannya , matanya terpejam , tapi kedua telingannya terpasang headset agar Tia bisa selalu mendengarkan lagu music yang bisa menenangkan.
“Dia hanya sedang tidur. Tungguin aja , bentar lagi juga bangun dia” ucap Karen yang berdiri di belakang Junior.
“Sudah berapa lama dia seperti ini?” tanta junior , dia mulai berjalan mendekati tempat tidur Tia.
“hamper satu bulan dia terbaring di tempat tidur itu. Sekarang coba kamu dengar lagu yang sedang di dengarkan Tia” ucap Karen sambil melepas satu headset dan memberikannya pada Junior.
Junior kaget ketika mendengar lagu itu, lagu yang pernah dia ciptakan untuk Tia dulu. Dia tidak menyangka Tia masih menyimpan rekaman lagu itu. Kedua matanya menatap wajah Tia yang tertidur.
“Itulah yang membuat Tia bertahan selama ini. Itu yang dia lakukan bila sedang kangen sama kamu. Suaramu yang sangat dia rindu” ucap Karen.
Junior masih merasa kaget perlahan memegang tangan Tia , kedua matanya tak lepas dari wajah Tia. Terlihat masih ada kasih sayang yang dalam dari tatapan itu, Tiba-tiba tangan yang di pegang Junior bergerak, Tia bangun dari tidurnya. Dan dia terkejut ketika ada seseorang cowok duduk di sampingnya sambil memegang tangannya.
“Tenang , Tia. Dia Junior, orang yang selama ini kamu rindu” ucap Karen
“Junior? Kenapa bisa ada disini?” Tanya Tia yang masih terkejut
“Maaf , ya. Aku yang menelpon dia dan meminta dia untuk datangmenjengukmu. Karena aku nggak tega lihat kamu seperti ini terus.”
“Kenapa kamu bisa sampe kayak gini? Kenapa kamu nggak jaga kesehatanmu?” Tanya Junior yang masih menatap wajah Tia.
“Itu bukan urusanmu!!!” jawab Tia sambil melepaskan genggaman Junior
“Waktu itu kamu kan udah janji , bisa terima keputusanku untuk mengakhiri hubungan kita, dn berjanji akan baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang kamu kayak gin?”
Tia hanya diam dan memalingkan wajahnya dari Junior. Sementara Junior masih terus berbicara pada Tia. Karen yang meliht itu hanya berharap keadaan Ita akan membaik setelah bertemu Junior. Dan ternyata benar, setelah berdebat cukup lama akhirnya Tia dan junior mulai akrab kembali. Wajah Tia yang tadinya pucat juga mulai berubah jadi cerah.
Pertemuan antara Tia dan Junior terus berlangsung selama seminggu, dan selama itu keadaan Tia berangsur membaik. Suatu hari, Tia ingin pergi ke pantai bersama junior, dia ingin melihat sunset bersama orang yang dicintainya . Walaupun awalnya dokter, orang tua Tia , dan Junior tidak setuju , tapi demi kesembuhan Tia , akhirnya mereka menyetujui permintaan Tia itu. Dan pergilah mereka berdua ke pantai untuk melihat sunset. Di pantai itu , junior menyanyikan lagu yang baru dibuatnya untuk Tia. Lagu yang liriknya adalah ciptaan Tia, dulu dia pernah meminta junior untuk menciptakan lagu dan lirik yang dibuatnya. Dan kini lagu itupun selesai dan Junior menyanyikannya secara langsung utntuk Tia. Keadaan yang sangat romantis itu membuat Tia bahagia. Berkali-kali dia tersenyum dan tertawa bersama Junior. Kebahagiaan yang entah akan bertahan sampai kapan.
“Aku seneng anget hari ini, bisa pergi samaa kamu, ketawa dan melihat sunset bareng kamu. Dan yang lebih senengnya lagi , aku bisa mendengar lagu itu secara langsung” ucap Tia sambil memandang langit.
“Aku juga seneng bisa jalan sama kamu. Makanya kamu harus bisa cepet sembuh, nanti kita jalan-jalan lagi” jawab Junior.
“iya. Rasanya aku nggak mau ini berakhir , aku ingin terus bersama kamu. Bahagia seperti ini.”
Junior hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Tia. Lalu mencium kening Tia dengan lembut. Tia yang teerkejut hanya bisa menatap Junior , lalu tersenyum.
“Aku sayang kamu. Cepat sembuh, ya” ucap Junior.
Airmata mengalir dari mata Tia. Suasana mengharukan itu terlihat sangat membahagiakan. Setelah itu mereka kembali kerumah sakit karena Tia masih harus dirawat. Sebuah kabar mengejutkan membuat junior dan Karen datang kerumah sakit lebih pagi daribiasanya. Keadaan Tia yang belakangan ini mulai membaik , tiba-tiba drop. Semua dokter dan perawat sibuk mengatasi keadaan itu. Sedangkan junior , Karen dan keluarga Tia hantya bisa menunggu dan berdoa dari luar ruang ICU. Setelah beberapa lama menunggu , akhirnya dkter membolehkan mereka untuk masuk ruangan itu dan melihat kondisi Tia yang sudah sadar. Wajah gadis itu semakin pucat dan tubuhnya dingin. Tapi dia masih bisa tersenyum saat melihat keluarga dan dua orang berharga baginya itu masuk ke kamarnya.
“Kamu nggak apa-apa kan sayang?” Tanya orang tua Tia.
“Aku baik-baik aja kok, bu” jawab Tia yang masih lemah
“Junior, aku mau mendengar kamu menyanyi. Tolong naynyikan lagu itu sekarang. Aku mau dengar!!” ucap Tia dengan suara yang melemah
“Nanti saja, sekarag kamu istirahat dulu” jawab Junior.
“Aku mau mendengarya sekarang. Aku lelah, aku ingin istirahat. Aku ingin mendengar lagu itu untuk menemani tidurku.”
“Nyanyikan saja” ucap ibu Tia.
Akhirnya Junior menyanyikan lagu yang ingin didengar Tia itu. Tengannya menggenggam tangan Tia yang dingin, Tia juga menggenggamnya erat seperti tak mau lepas lagi. Perlahan matanya terpejam dan akhirnya dia tertidur. Tapi bukan tidur biasa, karena monitor yang menunjukkan gerakan jantung Tia yang perlahan berhenti, hingga akhirnya sebiah garis muncul dimonitor itu. Dan tak ada lagi pergerakan detak jantung Tia. Junior yang dari tadi menggenggam tangan Tia merasa tangan Tia perlahan melepas genqggamannya. Mereka terus memanggil Tia , tapi dia tidak juga membuka matanya. Dokter juga sudah mengatakan kalau Tia telah pergi untuk selamanya. Air mata seperti tak bisa berhenti mengalir dari mata keluarga, Karen dan junior. Mereka tidak menyangka , Tia yang mereka kira akan seger sembuh ternyata meninggalkan mereka secepat itu. Begitu juga vJunior, dia tidak mengira kalu lagu yang dia nyanyikan adalah Lagu Terakhir Untuk Tia . Sebelum wajah Tia di tutupi kain putih, Junior mencium kening Tia dengan lembut.
“Selamat jalan , Sayang. Maafkan aku yang telah membuatmu seperti ini. Semoga kau tenang disana.”
